stop dreaming start action

Headlines

22.1.09

Israel Sudah Meninggalkan Jalur Gaza

PBB Minta Blokade Perbatasan Diakhiri

JERUSALEM - Penarikan seluruh pasukan Israel dari Jalur Gaza tuntas sebelum fajar menyingsing kemarin (21/1). Itu adalah kado istimewa pemerintah Ehud Olmert kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang baru saja dilantik beberapa jam sebelumnya di Washington.


"Pagi ini (kemarin) seluruh pasukan pertahanan Israel (IDF) telah meninggalkan Jalur Gaza. Kini, mereka disiagakan untuk menghadapi peristiwa-peristiwa lain dari luar Gaza,'' kata juru bicara IDF seperti dilansir harian Inggris The Guardian.

Meski menjanjikan perubahan dalam kebijakan luar negeri, khususnya Timur Tengah, pada hari pertama masuk kantor kemarin, Obama belum melontarkan pernyataan apa pun terkait dengan serangan 22 hari militer Israel ke Gaza. Padahal, itulah yang paling dinanti-nantikan Israel dan warga dunia.

Pendahulunya, mantan Presiden George W. Bush, jelas pendukung sejati negara Yahudi tersebut. Dia membenarkan langkah Israel membombardir Gaza untuk membela diri dari serangan roket Hamas. Untuk itu, Amerika Serikat berupaya sekuat tenaga membendung langkah internasional yang kontra Israel, termasuk memilih abstain dalam voting resolusi PBB pada 8 Januari lalu.

Gencatan senjata resmi berlaku Senin (19/1) setelah Israel mengumumkan penghentian agresi sehari sebelumnya. Hamas mengikuti beberapa jam setelahnya dengan syarat Israel harus sudah menarik pasukan ke luar Gaza maksimal sepekan.

Proses rekonstruksi Gaza diperkirakan memakan waktu cukup lama dan biaya besar. Total kerugian sekitar USD 2 miliar (sekitar Rp 22,6 triliun). Tapi, pengiriman bantuan ke Gaza menjadi rumit karena negara-negara Barat enggan bekerja sama dengan Hamas yang mereka anggap "organisasi teroris".

Israel juga menutup rapat-rapat perbatasan dengan Gaza sehingga material untuk pembangunan kembali tak bisa lewat. Itu membuat petinggi PBB geram. Kemarin kepala badan PBB untuk kemanusiaan, John Holmes, meminta agar Israel segera membuka seluruh perbatasan dengan Gaza. Meski butuh waktu lama dan biaya besar, PBB ingin memastikan rekonstruksi dimulai secepatnya.

Sekjen PBB Ban Ki-moon, seperti dilansir BBC, juga mengaku sangat trenyuh melihat kehancuran dahsyat di Gaza ketika berkunjung ke sana Selasa (20/1). Ban mengatakan, kehancuran peninggalan agresi militer Israel itu menghancurkan hati. Melihat sekolah PBB dan berbagai kamp kemanusiaan yang hancur lebur, Ban mengatakan, agresi Israel sungguh tak dapat dimaafkan. (ape/ttg)

Sumber : http://jawapos.com

0 comments:

Post a Comment

 
Blog 1e | Alumni Polinema | Trik Tips | Free Download | Stop Dreaming Start Action

© Copyright by Blognya 1e | Template by Fanchon0706 | Blog Trick at EasyBlogTrick